Di Kanada ada Pawai Wanita Bugil


The Sky - Beberapa Ratus perempuan Kanada melaksanakan pawai bugil di Kota Ontario. Mereka bertelanjang dada sbg wujud protes pada polisi yg menghentikan tiga perempuan bersaudari lantaran bersepeda dijalan umum tidak dengan memanfaatkan pakaian alias bugil.

Pawai perempuan bugil itu mengusung tema ‘buka pakaian dgn kami’. Para demonstran yg mengikuti pawai tersebut mengambil berbagai spanduk bertuliskan, ‘Itu payudara, bukan bom. Tenang sajalah’ & ‘Bugil bukanlah seksual’.

Diawal Mulanya, tiga perempuan bersaudari, merupakan Tameera, Nadia, & Alysha Mohamed dihentikan polisi karena tak menggunakan pakaian ketika bersepeda di jalanan di Kota Kitchener. Ketiganya mengemukakan satu orang polisi seterusnya menghentikan mereka & menyuruh mereka berpakaian.

Kala mereka menanyakan argumen penghentian mereka, polisi menjawab dihentikan dikarenakan argumen keamanan bersepeda. Tindakan polisi tersebut menciptakan ke-3 saudari itu ajukan keluhan resmi.

Alysha mengemukakan, mereka terhubung pakaian ketika bersepda sebab hri itu teramat panas. Sebab itu, mereka memutuskan buat mengakses pakaian.

”Saya pikir beberapa orang tak ingin terlampaui terganggu bersama payudara wanita. Kami cuma mau mengadvokasi & menciptakan orang paham bahwa mereka miliki hak,” tutur Alysha seperti dilansir BBC, pekan(2/8/2015).

Wanita di Ontario berwenang telanjang dada di muka umum. Peraturan itu diluncurkan sesudah Pengadilan Banding meloloskan permohonan Gwen Jacobs, seseorang wanita yg dihukum lantaran terhubung pakaian kepada th 1996 silam. Pengadilan menyebutkan perbuatan Jacobs disaat itu tak menurunkan derajat & martabart manusia.

Cerita Sex Menikmati Darah Perawan Rara

The SkyNarasi ini bermula dikala jumat tengah malam sabtu kurang lebih jam setengah 12 tengah malam. Tiba-tiba saya menerima telephone dari Rara, sahabat kuliahku dahulu. Udah lama saya gak denger info dari. Lalu saya tidak jarang jalan bareng sama beliau & anak-anak dari jakarta. Biasalah, dikala di universitas kan kita primodial banget
Namun gak ada ruginya temenan sama Rara kok, orangnya jelita, tinggi semampai, body aduhai & yg terakhir yg saya senang banget dari Rara yakni rambutnya. Dari awal kuliah sampe selesai rambut Rara yg hitam legam itu senantiasa panjang. Terlebih seandainya ditata sedikit menggelung, hmmm... saya senantiasa nganggep ia barbie doll banget

"Halo Ra ? ada apa nih, tumben nelpon saya. Malem-malem lagi !" tanyaku.
"Yan, dapat jemput saya di XXX gak ?" tanyanya sambil menyatakan salah satu ruang hiburan tengah malam yg pass populer di kota bandung. "Ha ? Anda ada di Bandung ? Bukannya anda di jakarta ? Terakhir saya denger anda dah kerja di Jakarta ?" tanyaku heran, ngapain malem-malem Rara tiba-tiba ada di Bandung. "Yan ceritanya entar aja deh, saat ini please jemput saya. Dah malem banget nih" rajuk Rara padaku sedikit memelas. "Ok deh, anda tunggu sebentar, saya jemput waktu ini, 10-15 menit deh" jawabku. Seterusnya saya bersiap-siap mengeluarkan mobil buat menjemput Rara.

Dalam perjalanan pikirannku penuh bersama pertanyaan. Pertanyaan paling besar masihlah saja, ngapain Rara melem-malem ada lokasi hiburan tengah malam di Bandung, sendirian lagi. Yg lebih aneh mengapa minta jemput sama aku? semakin aneh ! Sesampainya di lokasi hiburan tengah malam tersebut, saya memarkir mobilku. Sesudah turun, saya serta-merta menemukan Rara sedang berdiri di pintu masuk. Keadaannya agak aneh. "Halo Ra ! Sendirian ?" tanyaku. "Iya Yan.." jawabnya lemah. Matanya terlihat merah sekali. "Ra, mengapa nih ada disini ? Hmm.. sorry ya, anda mabuk ya ?" tanyaku menyelidik. "Yan sanggup kita pergi saat ini gak ? gak enak nih diliatin sama orang-orang" ajaknya. Saya menonton sekeliling, benar-benar sih sekian banyak security & visitor yg baru datang memperhatikan kita dgn tatapan aneh. "Oke deh, ayo. Mobilku kesebelah sana." ajakku ke Rara utk naik ke mobil.

Sesudah menghidupkan mobil & mengemudikan ke luar areal parkir, saya tanya ke Rara "Mau kemana nih Ra ?" tanyaku. "Kemana aja deh Yan" jawab rara yg duduk disebelahku. "Kamu nginep di mana ?" tanyaku. "Belom miliki ruangan nginep" jawabnya singkat. "Loh, dengan cara apa sih. Dah malem banget loh Ra, saya anter cari hotel ya" tawarku. "Yan saya boleh nginep ruangan anda gak. Semalem aja, saya lagi perlu ditemenin nih" pintanya. "Kamu gak pa-pa nginep ditempat aku? Rumah kontrakan saya mungil loh, berantakan lagi. Biasa, rumah bujangan" jawabku sambil tersenyum. "Aku dah tahu anda emang berantakan dari dulu" jawabnya tersenyum mungil. Hasilnya ia tersenyum pula "Ya udah kita pulang aja ya, sepertinya anda serta dah cape banget." ajakku. "Dari Jakarta kapan ?" tanyaku. "Tadi sore" jawab Rara. "Jadi dari jakarta anda serta-merta ke xxx ?" tanyaku heran. Beliau hanya tersenyum mungil.

Basic nakal ! "Sorry nih Ra, anda lagi ada masalah ya ?" tanyaku. Ia terdiam sejenak, seterusnya menjawab "Ya gitu deh." jawabnya. "Boleh saya tau gak masalahnya sampe anda menjadi kayak gini" tanyaku lagi. "Yan boleh gak nanya lalu gak ? Please..." pintanya. "Aku hanya perlu ditemenin waktu ini, namun janji saya ceritain, anda kan orang yg menjadi repot gara-gara masalahku ini" lanjut Rara. "OK deh, kalo anda lagi gak kepingin ngomongin, saya gak dapat nanya lagi" jawabku. Sesampainya dirumahku, nyata-nyatanya Rara gak ada persiapan apa-apa utk bertolak ke bandung, dirinya hanya mengambil tas mungil yg berisi dompet & peralatan kosmetik. "Ra pake bajuku aja deh, pakaian anda kan dah bernoda dipake perjalanan" kataku sambil berikan Rara bajuku yg terkecil & celana pendek berkaret. "Ok deh" jawabnya menerima pakaian tersebut.

Seterusnya Rara masuk kekamar mandi membersihkan tubuh & berganti baju. Sementara saya membersihkan kamarku utk dihuni Rara & saya menggelar kasur di ruangan tamu utk area saya tidur. Saya benar-benar miliki kasur cadangan utk persiapan kalo ada keluarga ato kawan yg ingin manginap. "Ra anda tidur di kamar saya aja ya, tuh saya dah siapin" kataku ke Rara. "Aduh sorry Rian, saya menjadi ngerepotin banget" tuturnya. "Trus anda di mana?" bertanya Rara. "Tuh di tempat tamu, saya miliki kasur cadangan kok" jawabku. "Kamu dah makan malem ?" tanyaku. "Udah, pake sekian banyak gelas bir" jawabnya sambil ketawa. "Dasar anda... Ya udah saya punyai french fries sama nugget, ingin saya gorengin gak ?" tawarku. "Bolehlah, dari terhadap gak ada apa-apa" jawabnya sambil tertawa mungil.

Hasilnya saya memasakkan ia kentang goreng, nugget & sosis, emang hanya ada itu di kulkasku. Saya pun membuatkan ia teh hangat. Sesudah makan & minum, nampak Rara agak segaran dikit. "Ya udah Ra, anda tidur aja saat ini, udah jam setengah 2 nih" kataku. "Lagian saya pula dah mengantuk banget" lanjutku. "OK deh" jawab Rara yg selanjutnya beranjak masuk ke kamar, sebelum masuk dirinya pernah ngelambain tangan ke saya sambil tersenyum. Basic nih orang, ngerepotin tidak dengan perasaan Setelah Itu saya rebahan di kasur & menyalakan tv. Televisi benar-benar ada di lokasi tamuku. Saya mengecilkan suaranya biar tak mengganggu Rara. Meski saya dah mengantuk, tetapi sangat sulit saya memejamkan mata.

Lebih Kurang 15 menit seterusnya, Rara ke luar dari kamar an menghampiri saya. "Ada apa Ra ? perlu sesuatu ?" tanyaku. Rara hanya diam namun selanjutnya rebahan disampingku, bahkan dirinya menarik selimut yg saya gunakan biar dirinya kebagian. "Kan saya dah bilang yan, saya lagi perlu ditemenin. Saya boleh tiduran disini gak ? Saya tetap pingin ngobrol-ngobrol dahulu sama kamu" kata Rara. "Tapi Ra, kita kan beda" jawabku. "Beda macam mana ?" bertanya Rara yg telah rebahan disebelahku. "Ya anda kan cewek, saya laki laki, trus kita dah sama-sama dewasa, apa anda gak takut" tanyaku. "Hmmm.. musim sih anda mo nyakitin saya ? Setau saya dari dahulu anda kan baik sama saya Yan." jawab Rara. Saya hanya menarik nafas, pikirku kemungkinan saya baik sama ia, namun kan saya pun laki laki biasa, mana ada laki-laki yg gak pusing ada cewek menawan tidur disebelahnya "Ya terserah anda aja sih, meskipun menurutku agak aneh.

Tetapi berhubung anda sedikit mabuk wajarlah" kataku. Rara hanya tersenyum mungil. "Ra, ngapain anda ada di Bandung, trus dari beberapa orang di bandung mengapa sih anda minta saya yg jemput ?" tanyaku. "Gak tau Yan. Dipikiranku hanya ada anda yg mampu saya yakin & saya repotin" jawabnya. Saya tersenyum mungil, sialan nih cewek, di baikin malah manfaatin. "Inget diwaktu kuliah dahulu ga yan, anda kan bantu saya terus" lanjut Rara. Saya terdiam mengingat periode dulu, benar-benar sih Rara lalu gak semangat banget kuliahnya, kalo gak dibantu bisa saja gak selesai. "Inget diwaktu skripsiku dahulu gak ? Kan anda tidak sedikit banget bantu aku" lanjut Rara. "Kayaknya saya gak bantuin deh, namun ngebuatin" jawabku sambil tertawa. "Ye... namun kan saya dah bayar pake makan-makan" jawab Rara sambil memukul lenganku. "Masa sih bayarnya hanya makan-makan" jawabku sambil tetap tertawa. "Jadi dahulu gak iklas nih" bertanya Rara cemberut. "Ya iklas lah, namanya serta temen" jawabku. kami berdua tertawa. "Ra, seinget saya, anda dahulu cewek baik-baik banget deh. Meskipun anda mutahir abis, senantiasa gaya, tetapi gak sempat aneh-aneh.

Tetapi mencoba liat waktu ini, tiba-tiba dateng ke bandung, mabok, trus nginep di ruangan laki laki lagi" kataku. Rara hanya terdiam sambil memandangi cincin yg digunakan di jari manisnya. Selanjutnya dirinya melepas cincin itu & meletakkannya di lantai. "Ini gara-gara tunangan gue yan" kata Rara lirih. "Jadi anda dah tunangan ?" tanyaku. Rara hanya mengangguk mungil. "Dulu.." jawabnya singkat. "Kok dulu?" tanyaku heran. "Sampe siang tadi sih yan. Hri ini kan libur, tujuan saya sih ingin istirahat aja dirumah. Namun tiba-tiba tunanganku dateng sama satu orang cewek. Dirinya mo mutusin tunangan kita. Ia mo nikah sama cewek itu pekan depan yan, cewek itu dah hamil" kata Rara sambil terisak. "Oh gitu" jawabku prihatin. "Masalahnya beliau udah ngelamar saya yan, tanggal pernikahan pun udah ditentuin, persiapan pun udah dimulai" lanjut Rara dgn tangisnya yg jadi. "Mau bilang apa mencoba saya sama keluargaku Yan, saya malu banget" lanjut Rara menangis. "Ya mo macam mana lagi Ra, masalahnya emang berat banget" kataku setelah itu memeluk dirinya. Lama sekali Rara menagis dipelukanku. Saya gak mampu tidak sedikit komentar, emang masalahnya pelik banget sih.

Sesudah tangis reda, pelukan kami lepaskan, saya & rara rebahan saling bersisian kembali. "Mungkin emang dirinya bukan jodoh anda Ra." kataku ke Rara. "Iy sih, namun periode sih beliau ninggalin saya gitu aja" jawab Rara. "Abis mo dengan cara apa lagi Ra ? Anak yg dalam kandungan cewek itu bagaimana ? Kan mesti ada yg tanggung jawab" jawabku. "Kalo contohnya anda maksain nikah sama ia, apa anda ingin seumur hidup tersiksa mengingat pria yg anda nikain nyatanya gak bertanggung jawab sama darah dagingnya sendiri" "Iya serta sih. Kalo saya menjadi cewek itu, saya tentu pun nuntut tanggung jawab" kata Rara. "Ya tetap untung lah mantan tunangan anda masihlah ingin tanggung jawab" kataku. "Sebenernya beliau dahulu sempat minta ML sama saya, tetapi saya tolak Yan. Barangkali kalo lalu saya kasih enggak menjadi begini kejadiannya" kata Rara blak-blakkan. "Walaupun begitu Ra, menurut saya gak bisa saja argumen konsisten dirinya selingkuh & ngehamilin cewek laen" Kataku. "Dasar laki laki, mengapa sih pikirannya sex melulu" kata Rara sedikit meninggi. "Emang tuh, sebab itu saya gak ingin pacaran sama cowok" jawabku sambil tertawa. Rara ikutan tertawa. "Rian, anda dah sempat ML gak ?" bertanya Rara menyelidik.

Saya hanya tersenyum mungil. "Kok gak jawab ? dah sempat ya ?" bertanya Rara dgn amat mau tau. "Tuh kan diem aja, berarti dah sempat. Basic laki laki sama aja, pikirannya gak jauh-jauh dari selangkangan" kata Rara sambil memukuli dadaku. "Ya biarpun dah sempat tetapi saya kan gak ngelingkuhin tunanganku & ngehamilin cewek laen" jawabku menggoda Rara sambil tertawa. "Sama aja, basic pria. Brengsek semua" kata Rara sambil mengubah posisi yg awalnya menghadapku jadi menghadap keatas. Saya tetap tertawa. "Yan emang ML enak banget ya, kok tidak sedikit banget sih yg belom nikah namun dah ML, sampe hamil lagi" bertanya Rara. "Enggak Ra, ML sakit banget, sebab itu saya gak ingin lagi" jawabku becanda. Rara mencubit pinggangku. "Ihh... ditanya serius malah becanda" kata Rara. "Abis anda pake nanya sih. Ya tentu enak lah, kalo enggak mengapa seluruh orang kepengen ML & menjadi ketagihan lagi" Kataku. "Mungkin kalo ML gak enak manusia udah punah kali. Gak ada yg ingin punyai anak kalo MLnya ga enak ato sakit" kataku bercanda.

Rara hanya ketawa mungil. "Emang enaknya kayak dengan cara apa sih" bertanya Rara. Saya terdiam sejenak. "Gimana ya Ra, saya sulit utk neranginnya, tetapi emang ML gerakan paling enak dari seluruhnya gerakan. Entar anda serta ngerti kok kalo udah ngalamin" jawabku. "Hmm... enaknya kayak coklat gak ?" bertanya Rara makin aneh "Gimana ya Ra, kalo kita makan coklat kan rasa enaknya konstan, jumlahnya yg elo makan ya enaknya kayak gitu aja. Namun kalo ML enaknya ada tahapannya. menjadi enaknya berubah-ubah tergantung tahapnya, kayak ada sesuatu yg dituju, ya orgasme itu" jawabku. "Emang orgasme itu kayak apa sih ?" bertanya Rara lagi. "Aku gak ngerti orgasme cewek ya, tetapi kalo dicowok sih orgasme umumnya barengan sama keluarnya sperma. Dicewek kelihatannya sih serupa, abis kalo cewek udah orgasme rata-rata vaginanya banjir lendir" jawabku. "Gitu aja ?" bertanya Rara. "Ya enggak lah" jawabku. "Kalo dah orgasme tubuh rasanya rileks banget, tajir diawang-awang gitu deh sangking enaknya". lanjutku. "Jadi ingin.." kata rara dgn muka kepingin. Saya mendorong jidat Rara sambil bicara "Udah tidur sana, pikiran anda dah kacau tuh", walau sebenarnya saya serta menjadi ingin "Tapi bener Yan, saya menjadi ingin. Anda ingin gak ?" bertanya Rara. Saya hanya diam. "Kenapa Yan, saya kurang kece ya ? ato saya kurang seksi sampe anda gak mau?" bertanya Rara. "Bukan demikian Ra. Anda tuh lagi mabok, belom sadar bener. Pikiran anda menjadi kacau.

Mendingan kita tidur aja deh, dari terhadap ngelakuin sesuatu yg mungkin saja kelak kita seselin besok pagi." kataku. Rara mengangguk mungil. "Ya udah, kita tidur. Tetapi sebelum tidur saya boleh peluk anda gak ? Sekali aja.." bertanya Rara. Saya memandangi Rara selanjutnya memeluknya. Rara melingkarkan tangannya dileherku sedang saya memeluk pinggang langsing Rara. Paha Rara menjepit pahaku diselangkangannya. "Ma kasih ya Yan, anda senantiasa bantu saya kalo saya ada masalah" kata Rara. "Iya, iya, saat ini anda tidur istirahat, supaya pikiran anda santai besok" kataku sambil mengelus-elus rambutnya.

Selanjutnya saya mengecup kening Rara. Pelukan Rara semakin erat, saya menambahkan mengelus-elus rambutnya, kadang saya mengelus punggungnya. "Yan cium lagi dong" kata Rara. Saya mengecup keningnya lagi. "Bukan disitu" kata Rara lagi. "Disini ?" kataku sambil menunjuk pipinya, setelah itu saya mengecup pipi yg merona merah itu. "Bukan disitu" kata Rara lagi sambil menutup mata & memajukan bibirnya. Wah si Rara bener-bener menguji imanku. Sebenarnya saya dah nafsu banget dari tadi, namun dalam hatiku saya gak ingin manfaatin cewek yg lagi gak 100% sadar. Saya kecup bibirnya. Tetapi sesudah kukecup Rara tetap menutup mata & menyorongkan bibirnya ke saya. Saya kecup sekali lagi, kali ini agak lama. Rara bereaksi dgn ikut menghisap bibirku. Saya lepas ciumanku, selanjutnya saya memandang Rara yg sedang melihatku bersama penuh harap. Well... wtf lah, saya gak peduli lagi, hasilnya saya cium Rara bersama buas.

Saya mencium Rara bersama menghisap bibir bawahnya, Rara membalasnya bersama menghisap bibir bawahku. Kadang-kadang saya masukkan lidahku ke mulutnya. Awalnya Rara gak bereaksi, namun lama-lama waktu lidahku masuk dirinya menghisap kencang, kadang-kadang Rara gantian memasukkan lidahnya kemulutku. Tatkala ciuman, saya mengelus rambut Rara, setelah itu elusanku turun ke punggungnya, turun lagi ke pinggangnya. Setelah Itu saya memberanikan diri utk meremas pantatnya. Rara melenguh mungil "Uhh...." sambil menekan selangkangannya kearah selangkanganku. Sesudah sekian banyak kali mengelus bidang belakang hingga meremas pantatnya, saya meremas dadanya. Hmmm... payudara Rara mantap sekali. Agung sekali di bandingkan bersama tubuhnya. "Hmm... Hgmmm.. Hgmmm" lenguh rara lantaran payudaranya diremas-remas olehku, dgn tak melepaskan ciumannya. Birahi memuncak kala meremas-remas sepasang daging kenyal Rara.

Seterusnya saya mengelus punggung rara kembali. Kali ini saya masukkan tanganku kedalam kausnya & mengelus punggungnya serta-merta dikulit. Shit, nyata-nyatanya Rara tak gunakan bra, layak saja tadi ketika payudaranya saya remas dari luar terasa kenya sekali. Disaat saya mengelus-elus punggungnya, saya elus pula sektor samping tubuhnya maka panggkal payudara ikut terelus. Nampaknya Rara teramat menikmati elusanku, seterusnya dirinya memagang tanganku & mengarahkan tanganku supaya meremas-remas payudaranya. Gila, asik banget payudaranya. Payudaranya mancung kedepan dgn pentil yg agung ! Saya amat sangat menikmati meremas-remas payudara Rara, terkadang saya memainkan pentilnya.

Nampaknya Rara pun amat menikmatinya, tubuhnya bergetar sambil mengeluarkan lenguhan-lenguhan mungil "Uggrhh....ugrh...." Pahaku yg dijepit diantara selangkangan sengaja saya gesek-gesekkan ke memeknya biar Rara semakin terangsang. Rara meresponnya bersama ikut menekan-nekan memeknya lebih kuat ke pahaku. Apabila saya berakhir menggesekkan pahaku, sehingga Rara menggerak-gerakkan sendiri pinggulnya. Tangan kananku kembali meremas pantat Rara. Kali ini saya masukkan tanganku ke celananya. Berhubung dirinya gunakan celana berkaret, saya bersama gampang memasukkan tanganku. Nyata-nyatanya Rara pula tak memanfaatkan celana dalam. Saya dgn gampang meremas pantat bulat itu. Tiap-tiap saya meremas pantatnya, Rara semakin menekan memeknya ke pahaku. Saya cobalah buat memegang memeknya dari belakang. Diwaktu tersentuk, badan Rara seperti tersetrum, sambil melenguh "Uhh....". Hmmm... nyatanya Rara memang terangsang, memeknya telah teramat basah. Kini saya memegang memeknya dari depan.

& mulai sejak mengelus-elus bibir luar memek Rara yg telah banjir itu. Rara melepaskan ciumanku. Kini tiap-tiap saya menggosok bibir luar vaginanya, rara memekik kencang "Ohgh....Ohgh.... Ohgh.....". "Enak yan, enak banget. Anda ngapain saya, kok enak banget sih" kata rara sambil merem melek. Bersama jari tengahku saya mencari klentitnya, seterusnya saya usap perlahan. "Akhhh..." teriak Rara diwaktu klentitnya saya usap. Setelah Itu Rara menahan tanganku, kelihatannya beliau tak kuat jika klentitnya diusap tetap. Hasilnya saya telentangkan Rara. Selanjutnya saya mengakses kaos yg dikenakan Rara maka Rara 1/2 bugil saat ini. Saya buka paha Rara lebar-lebar & saya tempatkan tubuhku diantara selangkangannya. Sasaranku berikutnya yaitu payudaranya. Sekarang Ini saya menjilati pentil payudara kanannya.

Badan Rara begerak-gerak keenakan, kayaknya beliau gemar sekali saya menjilati & menghisap-hisap pentilnya. Kadang Rara menghimpun ke-2 payudaranya biar lebih maju. Saya mogok sebentar, memandangi Rara. Sebenarnya saya mau sekali mengakses celana Rara & menusuk-nusuk memeknya bersama penisku. Tetapi saya sedikit ragu. "Yan, setubuhin saya dong, saya dah gak tahan nih" kata Rara sambil memandangku penuh harap. Perkataan Rara seperti menghapus keraguanku entah kemana. Saya menari celana Rara dgn gampang, lebih-lebih Rara menolong bersama mengangkat pantatnya. Seterusnya saya berdiri, terhubung kaos & celanaku, shinga kini saya & Rara sama-sama bugil. Sesaat saya memandang badan Rara. Badannya yg langsing tinggi dibalut dgn kulit putih mulus, ditambah payudara gede didadanya. Kakinya yg panjang & jenjang mempunyai betis seperti bulis padi.

Saya ternganga sesaat lebih-lebih ketika menonton vaginanya yg diliputi bulu hitam titis diantara pahanya yg telah terbuka lebar. "Kok hanya diliatin ?" bertanya rara. Saya terseyum setelah itu menempatkan tubuhku diantara selangkangannya. Saya cium Rara sekali lagi, beliau membalasnya bersama lumayan buas, selanjutnya ciumanku turun ke payudara besar nya. Saya hanya ingin tentukan Rara lumayan terangsang sebelum saya menembus memek perawannya. Sat mencium penisku menggesek-gesek memeknya walau belum masuk. Saya posisikan tubuhku & menuntun penisku ke memeknya. "Ra, pertamanya sakit, namun entar enak kok" kataku. "Iya yan gue pula tidak jarang denger". jawab Rara. Saya mulai sejak mendorong penisku kedalam memek Rara. Rara cuma memandangku sambil menggigit bibirnya. Disaat penisku telah masuk 1/2 Rar memekik "AKhh...sakit yan" . Saya berhentikan sebentar penisku. Sesudah selang sekian banyak diwaktu saya goyang sedikit penisku seterusnya saya dorong lagi hingga full. "Aduh yan sakit banget" kata Rara memelas. "Tenang Ra, paling sakitnya sebentar, kelak serta enak" kataku menenangkan. "Enggak Yan, sakit banget, dapat elo cabut dahulu gak" pinta Rara sambil menahan sakit. Saya serta gak tega melihatnya hasilnya saya cabut penisku. Kala dicabut penisku diselimuti darah perawan Rara. Dari vaginanya pula saya menyaksikan darah mengalir. Hmmm... benar-benar lebih tidak sedikit daripada darah perawan yg sempat saya liat. "Yan kok berdarah sih ?" bertanya Rara gugup. "Itu namanya darah perawan sayang. Selaput dara anda dah pecah" jawabku. "Aku mo kekamar mandi lalu yan, mo bersihin dulu" kata Rara.

Saya mengantarkan Rara kekamar mandi & menungguinya dari luar, buat menentukan Rara gak apa-apa. Sesudah Rara ke luar dari kamar mandi, vaginanya telah bersih. Namun nafsuku telah turun, kayaknya nafsu Rara serta telah turun. Hasilnya kami cuma rebahan saling berdampingan, masihlah bugil. "Yan kok sakit banget ya" bertanya Rara. "Iya lah Ra, itu kan mula-mula kalinya anda, memek anda masihlah sempit ditambah ada selaput dara" jawabku. "Masih ingin lanjut gak Ra ?" tanyaku kepada Rara. "Mau yan, namun pelan-pelan ya" jawab rara. Hasilnya Saya tempatkan tubuhku di atas tubuhnya lagi. Saya mulai sejak menciumi badan rara. Dari bibirnya, pipi, leher & payudaranya. Saya seperti gak puas-puas menciumi & menjilati badan mulus yg masihlah sekel itu. Kadang tanganku mengelus memeknya. Saya benar-benar tak berencana mencium vaginanya, takutnya dirinya shock & merasa jijik, dapat batal orgasme tengah malam ini Sesudah Rara telah pass terangsang, saya arahkan penisku ke vaginanya. Kali ini Rara tak nampak tegang seperti disaat yg mula-mula. Saya dorong penisku masuk. "Heghh..heghmm..." lenguh Rara dikala penisku masuk.

Kali ini vaginanya tak terlampaui susah dipenestrasi, kemungkinan sebab tak tegang maka cairan vaginanya pass. Saya dorong penisku hingga mentok. Saya menyaksikan ada sediki darah mengalir dari vaginanya, bisa jadi sisa selaput daranya masihlah ada yg belum pecah. Saya goyang perlahan penisku, badan Rara terguncang sedikit, rara tetap menggigit bibirnya. Goyanganku saya percepat sedikit, nikmat sekali memek Rara. Sangking sempitnya serasa penisku terhisap kuat oleh vaginanya. Saya percepat goyanganku, sekarang ini Rara mulai sejak melenguh, "Akh...Akh...Akhhh..." seirama dgn ke luar masuknya penisku di vaginanya. "Lagi yan..Lagi yan..Lagi" desahnya sambil memegangi pantatku seakan mau menekannya tetap. "Gila Ra, memek anda enak banget, sempit banget". kataku. "Penis anda pula keras banget yan, enak..." jawab Rara disela-sela lenguhannya. Saya benar-benar tak berniat utk menggunakan gaya lain. Buat mula-mula kalinya Rara lumayan gunakan gaya konvensional, laki laki di atas. Dgn begitu saya sanggup ngontrol tusukan penisku kedalam memeknya. Saya tusuk perlahan memek Rara, kadang saya percepat. Kadang saya berakhir sesaat setelah itu saya tusuk dgn keras. Kadang saya tusuk kearah samping.

Tiba-tiba badan Rara sedikit menegang, nampaknya beliau mau orgasme. Saya percepat goyanganku, soalnya saya ingin orgasme sama-sama. Kalo sama yg perawan kadang gak ingin tetap kalo beliau udah orgasme, cepek menurutnya. "Ahhh...Akhh....Aghkhh.." pekikan Rara semakin keras seiring bersama semakin cepatnya tusukan penisku. "Lagi sayang...lagi...lagi.." pekik Rara. Akupun merasa saya sedikit lagi dapat orgasme. Tiba-tiba badan rara menegang & terguncang hebat sambil berteriak "AKHHHH...." rara mendekapku erat & melingkarkan kakinya di tubuhku, Saya pula telah tak kuat lagi, namun saya gak sanggup melepaskan tubuhku dari Rara. Hasilnya saya nekat, saya tekan penisku dalam-dalam & saya tembakkan spermaku ke rahim Rara 5 atau 6 kali. Saya puas sekali menggagahi Rara lengkap, dari merawanin hingga orgasme didalam memeknya. Sesudah sekian banyak lama hasilnya penisku mengecil & rara melepaskan dekapannya. "Gila enak banget, pantes tidak sedikit yg ketagihan" Kata rara sesudah rebahan disebelahku. Hasilnya Rara pulang kejakarta hri pekan sore. Saya & Rara sekian banyak kali mengulangi persetubuhan kami disela-sela saya & Rara jalan-jalan di Bandung